Erupsi Gunung Semeru

 

Gunung Semeru adalah salah satu dari lebih dari 100 gunung berapi aktif di Indonesia. Puncak Gunung Semeru disebut Mahameru, yang memiliki ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini membuat Gunung Semeru menyandang predikat puncak tertinggi di Pulau Jawa. Gunung Semeru juga gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Gunung Kerinci (3805 mdpl) dan Rinjani (3726 mdpl). Gunung ini mempunyai 3 danau, yakni Ranu Kumbolo, Ranu Pani, dan Ranu Regulo. Dari ketiganya, yang paling terkenal adalah Ranu Kumbolo. Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang’

Gunung api Semeru diklasifikasikan sebagai gunung api aktif berbentuk strato atau kerucut terbentuk karena materi letusan gunung berapi, yang merupakan campuran hasil erupsi efusif dan erupsi eksplosif serta tipe volkano lemah, tipe ini mempunyai ciri tekanan gasnya sedang, dapur magma tidak terlalu dalam. Gunung aktif bertipe stratovolcano ini selain memiliki keunikan dapat meletus atau erupsi dalam radius kecil tiap 20 menit sekali, Erupsi adalah proses keluarnya lava dan gas dari gunung berapi. Gunung Semeru meletus pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.00 WIB, menggugurkan awan panas dan lava pijar yang teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, pusat guguran berada kurang lebih 500 meter dibawah kawah.

            PVMBG juga mematakan potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batuan pijar disekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin. Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah  /ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Jika terjadi hujan, dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di area puncak.


Comments

Popular Posts